Putusnya Media
Perubahan media dalam suatu alur kerja, misalnya dari digital ke kertas dan sebaliknya, yang memakan waktu dan menciptakan sumber kesalahan.
Putusnya media terjadi ketika informasi harus berpindah media dalam suatu alur kerja, alih-alih dibawa terus-menerus dalam bentuk yang sama, idealnya digital. Kasus khasnya adalah peralihan dari digital ke kertas atau sebaliknya, tetapi peralihan antara dua sistem digital yang tidak terhubung juga termasuk jika data harus dipindahkan secara manual.
Contoh klasiknya adalah faktur yang diterima secara elektronik lalu dicetak, diperiksa secara manual, ditandatangani dengan tangan, kemudian diketik ulang ke dalam sistem. Setiap langkah ini memakan waktu dan membawa risiko nilai yang tersalin secara tidak tepat.
Putusnya media menghambat pemrosesan informasi yang berkelanjutan dan otomatis. Hal ini sering menjadi gejala dari antarmuka yang hilang atau kurang memadai antar sistem, dan dalam banyak kasus dapat diperbaiki tepat di titik di mana dua sistem gagal berkomunikasi langsung satu sama lain.
Contoh Praktis
Sebuah bengkel masih mencatat jam kerja pada slip kertas yang dimasukkan ke perangkat lunak penggajian pada akhir bulan. Dengan sekitar 30 slip per bulan dan waktu penyalinan sekitar dua menit per slip, ini memakan waktu sekitar satu jam murni untuk entri data, ditambah sesekali angka yang tertukar.
Bagaimana Leanshift Membantu
Putusnya media adalah salah satu bentuk pemborosan yang paling tenang, karena sering dianggap normal dalam pekerjaan sehari-hari. Menemukan dan menutupnya adalah salah satu langkah yang relatif sederhana namun berdampak besar menuju proses yang lebih berkelanjutan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah putusnya media selalu buruk?
Tidak selalu; perubahan media yang disengaja dapat masuk akal, misalnya tanda tangan di atas kertas karena alasan hukum; masalahnya muncul ketika perpindahan terjadi terlalu sering tanpa perlu dan tidak disadari.
Bagaimana cara menemukan putusnya media dalam operasional sendiri?
Cara paling sederhana adalah menelusuri masing-masing alur kerja langkah demi langkah, idealnya langsung di lapangan, sambil mencatat setiap titik di mana media pembawa berubah.