← Kembali ke GlosariumMetrik

Tingkat Scrap / Tingkat Penolakan

Tingkat scrap mengukur persentase produksi yang cacat tidak dapat diperbaiki dan harus dibuang. Ini langsung memengaruhi biaya material, faktor kualitas OEE, dan pemborosan lingkungan.

Tingkat scrap adalah rasio unit yang ditolak (tidak dapat di-rework) terhadap total produksi. Berbeda dengan rework, yang dapat dikoreksi, scrap mewakili kerugian total: Material, energi, tenaga kerja, dan waktu mesin yang diinvestasikan semuanya terbuang.

Tingkat scrap langsung memengaruhi faktor kualitas dalam OEE: Kualitas = Suku Cadang Baik / Total Suku Cadang yang Dihasilkan. Scrap tinggi berarti kinerja kualitas rendah, meskipun mesin berjalan pada kecepatan penuh dengan ketersediaan tinggi.

Biaya scrap melampaui nilai material: Ini termasuk biaya pemrosesan hingga titik penolakan, biaya pembuangan, biaya peluang waktu mesin yang tidak menghasilkan apa pun yang dapat dijual, dan potensi penundaan pengiriman jika scrap mengurangi output yang tersedia.

Pengurangan scrap yang efektif memerlukan pemahaman di mana dan mengapa cacat terjadi. Analisis kapabilitas proses (Cp, Cpk) mengidentifikasi apakah proses secara fundamental mampu, sementara pelacakan cacat mengidentifikasi mode kegagalan spesifik untuk perbaikan yang ditargetkan.

Rumus

Tingkat Scrap = Unit Scrap / Total Unit yang Dihasilkan x 100%

Contoh Praktis

Sebuah operasi die-casting menghasilkan 2.400 suku cadang per shift. Scrap rata-rata: 168 suku cadang (tingkat scrap 7%). Biaya material per suku cadang: 4,50 EUR. Biaya scrap langsung: 756 EUR per shift, 181.440 EUR per tahun. Setelah menerapkan pemantauan proses dan jadwal pemeliharaan die, scrap turun menjadi 2,8% -- menghemat 121.000 EUR per tahun.

Bagaimana Leanshift Membantu

Leanshift merekam jumlah produksi dan peristiwa cacat, secara otomatis menghitung tingkat scrap per shift, mesin, dan produk. Visualisasi tren menunjukkan apakah tindakan kualitas berfungsi dan di mana perbaikan berikutnya harus difokuskan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan antara scrap dan rework?

Scrap tidak dapat diperbaiki dan harus dibuang (kerugian total). Rework dapat dikoreksi tetapi memerlukan waktu dan biaya pemrosesan tambahan. Keduanya adalah kerugian kualitas, tetapi scrap memiliki dampak biaya lebih tinggi per unit.

Bagaimana cara mengurangi tingkat scrap?

Mulailah dengan analisis Pareto jenis cacat. Terapkan analisis akar penyebab (5-Why, Ishikawa) pada penyebab teratas. Terapkan Poka-Yoke dan kontrol proses. Pantau dengan SPC untuk menangkap penyimpangan sebelum menciptakan scrap.

Apakah scrap nol dapat dicapai?

Secara teori, ya. Dalam praktiknya, scrap mendekati nol dapat dicapai untuk banyak proses melalui desain yang kuat, kontrol proses, dan error-proofing. Optimum ekonomis menyeimbangkan biaya pengurangan scrap terhadap penghematan biaya scrap.

Istilah Terkait

Ready for better processes?

Future-proof your business — start process optimization and boost efficiency. Free and risk-free.