Kanban
Kanban adalah sistem pull visual yang mengendalikan aliran kerja dan material menggunakan kartu sinyal. Ini membatasi work in process dan memastikan produksi hanya terjadi ketika ada permintaan nyata.
Kanban (Jepang: 'kartu visual' atau 'papan tanda') dikembangkan di Toyota untuk mengendalikan aliran material tanpa sistem perencanaan yang kompleks. Sebuah kartu Kanban menandakan: 'Suku cadang ini telah dikonsumsi -- produksi atau kirim pengganti.' Tidak ada yang diproduksi tanpa sinyal.
Prinsip intinya adalah pull alih-alih push: Alih-alih memproduksi berdasarkan perkiraan dan mendorong material ke hilir, proses hilir menarik apa yang dibutuhkan. Ini secara otomatis membatasi overproduksi -- bentuk pemborosan terburuk dalam pemikiran Lean.
Dalam pekerjaan pengetahuan modern, papan Kanban memvisualisasikan tahapan alur kerja (misalnya To Do, In Progress, Done) dengan batas WIP eksplisit per kolom. Ketika sebuah kolom mencapai batasnya, tidak ada pekerjaan baru yang masuk sampai sesuatu bergerak maju.
Kanban mengekspos bottleneck secara alami: Ketika pekerjaan menumpuk sebelum sebuah kolom, tahap itu adalah kendala. Visibilitas ini mendorong perbaikan yang ditargetkan daripada peningkatan kapasitas menyeluruh.
Contoh Praktis
Sebuah sel permesinan menggunakan sistem Kanban dua-bin untuk casting mentah. Setiap bin menampung 50 buah. Ketika operator mengosongkan bin pertama, kartu Kanban dari bin kosong pergi ke area pemasok, memicu pengisian ulang 50 buah. WIP tidak pernah melebihi 100 casting -- sebelumnya 400+, mengikat modal dan ruang lantai.
Bagaimana Leanshift Membantu
Leanshift melacak cycle time dan tingkat WIP per langkah proses. Data ini membantu Anda menetapkan kuantitas Kanban optimal dan mengidentifikasi di mana sinyal pull harus ditempatkan untuk aliran maksimum.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa perbedaan antara Kanban dan Scrum?
Scrum bekerja dalam sprint berdurasi tetap dengan lingkup yang ditentukan. Kanban menggunakan aliran berkelanjutan dengan batas WIP dan tanpa iterasi tetap. Kanban sering lebih cocok untuk pekerjaan operasi dan pemeliharaan dengan permintaan yang tidak dapat diprediksi.
Bagaimana menentukan jumlah kartu Kanban yang tepat?
Rumus umum: Jumlah Kanban = (Permintaan Harian x Lead Time x Faktor Keamanan) / Ukuran Kontainer. Mulailah dengan jumlah yang murah hati dan kurangi secara bertahap untuk mengekspos masalah.
Dapatkah Kanban bekerja di lingkungan kantor?
Tentu saja. Papan Kanban digital atau fisik banyak digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, HR, pemasaran, dan proses administrasi. Prinsip visualisasi, batas WIP, dan pull tetap identik.
Istilah Terkait
Lead Time
Lead time mengukur durasi total dari penerimaan pesanan hingga pengiriman -- termasuk semua waktu tunggu, penyimpanan, dan transportasi. Ini menentukan kemampuan pengiriman.
Heijunka (Production Leveling)
Heijunka meratakan volume dan campuran produksi dari waktu ke waktu untuk menghilangkan puncak dan lembah. Ini menciptakan aliran yang stabil dan dapat diprediksi yang mengurangi pemborosan dan stres di seluruh value stream.
One-Piece Flow
One-Piece Flow berarti memproses dan meneruskan satu unit pada satu waktu melalui semua langkah proses tanpa batching atau menunggu antar stasiun. Ini adalah kondisi ideal untuk meminimalkan lead time dan pemborosan.