← Kembali ke GlosariumMetrik

Downtime

Downtime adalah periode apa pun ketika sebuah mesin atau proses tidak memproduksi meskipun dijadwalkan untuk melakukannya. Ini adalah pendorong utama kerugian ketersediaan dalam OEE.

Downtime dibagi menjadi dua kategori: Downtime terencana (pemeliharaan terjadwal, istirahat, changeover) dan downtime tak terencana (kerusakan, kekurangan material, penahanan kualitas). Downtime tak terencana adalah pemborosan murni dan target utama untuk perbaikan.

Setiap menit downtime tak terencana memiliki biaya berjenjang: Output hilang, tanggal pengiriman terlewat, lembur untuk mengejar, operator menganggur, dan jadwal terganggu di hilir. Di lingkungan throughput tinggi, satu jam downtime dapat menghabiskan puluhan ribu dalam pendapatan yang hilang.

Melacak downtime berdasarkan penyebab sangat penting: Sebagian besar pabrik menemukan bahwa sejumlah kecil mode kegagalan menyumbang mayoritas waktu yang hilang (prinsip Pareto). Mengatasi 3 penyebab teratas sering menghilangkan 60-70% penghentian tak terencana.

Pengurangan downtime yang efektif menggabungkan strategi reaktif dan proaktif: Respons cepat (Andon) untuk meminimalkan durasi setiap peristiwa, analisis akar penyebab (5-Why, Ishikawa) untuk mencegah kambuh, dan pemeliharaan preventif untuk mengantisipasi kegagalan sebelum terjadi.

Rumus

Ketersediaan = (Waktu Produksi Terencana - Downtime) / Waktu Produksi Terencana x 100%

Contoh Praktis

Sebuah sel CNC dijadwalkan untuk 960 menit per hari (dua shift). Log downtime aktual: 45 menit kerusakan, 30 menit menunggu material, 60 menit changeover, 15 menit penghentian kecil. Total downtime: 150 menit. Ketersediaan: (960 - 150) / 960 = 84,4%. Menghilangkan menunggu material saja akan meningkatkan ketersediaan menjadi 87,5%.

Bagaimana Leanshift Membantu

Leanshift mencatat setiap peristiwa penghentian dengan timestamp dan kode penyebab. Ini menciptakan Pareto downtime yang segera menunjukkan di mana kerugian terbesar terjadi -- memungkinkan perbaikan yang ditargetkan alih-alih tebakan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dihitung sebagai downtime?

Setiap waktu mesin atau proses dijadwalkan untuk memproduksi tetapi tidak. Ini termasuk kerusakan, changeover, kekurangan material, penahanan kualitas, dan penghentian kecil. Istirahat terencana dan pemeliharaan mungkin atau mungkin tidak disertakan tergantung pada definisi OEE Anda.

Bagaimana cara mengurangi downtime tak terencana?

Tiga pilar: Pemeliharaan preventif (hindari kegagalan), sistem respons cepat seperti Andon (minimalkan durasi peristiwa), dan analisis akar penyebab (cegah kambuh). Prioritisasi berbasis data menggunakan analisis Pareto memfokuskan upaya pada kerugian terbesar.

Apa perbedaan antara downtime dan waktu idle?

Downtime berarti peralatan tidak dapat berjalan (kerusakan, tidak ada material). Waktu idle berarti peralatan dapat berjalan tetapi tidak memiliki permintaan (tidak ada pesanan). Keduanya mengurangi output, tetapi penyebab dan tindakan balasannya berbeda.

Istilah Terkait

Ready for better processes?

Future-proof your business — start process optimization and boost efficiency. Free and risk-free.