Pemanfaatan Kapasitas
Pemanfaatan kapasitas mengukur persentase kapasitas produksi yang tersedia yang sebenarnya digunakan. Ini mengungkap seberapa baik sumber daya dikerahkan tetapi harus diimbangi dengan fleksibilitas.
Pemanfaatan kapasitas membandingkan output aktual dengan output maksimum yang mungkin: Berapa banyak dari apa yang bisa kita produksi yang benar-benar kita produksi? Ini dinyatakan sebagai persentase dan berlaku untuk mesin, lini, pabrik, atau seluruh organisasi.
Pemanfaatan tinggi (di atas 85-90%) sering dianggap diinginkan tetapi membawa risiko: Tidak ada buffer untuk lonjakan permintaan, jendela pemeliharaan menyusut, pesanan terburu-buru tidak dapat diakomodasi, dan kualitas dapat menderita dari tekanan untuk terus berjalan dengan segala cara.
Pemanfaatan rendah (di bawah 60-70%) menunjukkan kelebihan kapasitas atau masalah permintaan. Namun, di bottleneck, pemanfaatan harus setinggi mungkin -- sementara sumber daya non-bottleneck harus memiliki slack yang disengaja untuk mempertahankan aliran.
Perspektif Lean tentang pemanfaatan berbeda dari pemikiran tradisional: Manajemen tradisional memaksimalkan pemanfaatan di mana-mana (jaga semua mesin tetap sibuk). Lean hanya memaksimalkan pemanfaatan di kendala dan sengaja menerima pemanfaatan lebih rendah di tempat lain untuk menghindari overproduksi.
Rumus
Pemanfaatan Kapasitas = Output Aktual / Output Maksimum yang Mungkin x 100%
Contoh Praktis
Sebuah lini stamping memiliki kapasitas maksimum 4.800 suku cadang per shift. Produksi aktual: 3.840 suku cadang. Pemanfaatan kapasitas: 80%. Analisis mengungkap: 10% hilang karena changeover, 5% karena kerusakan, 5% karena tidak ada permintaan. Mengurangi waktu changeover (SMED) dan meningkatkan pemeliharaan merebut kembali 600 suku cadang/shift, menaikkan pemanfaatan menjadi 92,5%.
Bagaimana Leanshift Membantu
Leanshift menghitung output aktual vs. terencana dari data proses yang direkam. Dikombinasikan dengan analisis OEE, ini menunjukkan apakah pemanfaatan rendah disebabkan oleh kerugian ketersediaan, kerugian kecepatan, kerugian kualitas, atau hanya kurangnya permintaan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah pemanfaatan 100% adalah tujuan?
Tidak. Pada pemanfaatan 100% tidak ada fleksibilitas untuk variasi permintaan, pemeliharaan, atau aktivitas perbaikan. Targetkan pemanfaatan tinggi hanya di bottleneck. Sumber daya non-bottleneck harus memiliki slack yang direncanakan.
Apa perbedaan antara pemanfaatan dan efisiensi?
Pemanfaatan mengukur berapa banyak waktu yang tersedia digunakan untuk produksi. Efisiensi mengukur berapa banyak output yang dihasilkan dibandingkan dengan standar. Sebuah mesin dapat sangat dimanfaatkan (selalu berjalan) tetapi tidak efisien (berjalan lambat).
Bagaimana pemanfaatan berhubungan dengan OEE?
OEE adalah ukuran yang lebih granular. Ini memecah kerugian pemanfaatan menjadi ketersediaan (downtime), kinerja (kerugian kecepatan), dan kualitas (cacat). Dua mesin dengan pemanfaatan identik dapat memiliki profil OEE yang sangat berbeda.
Istilah Terkait
OEE (Overall Equipment Effectiveness)
OEE adalah metrik kunci untuk produktivitas mesin dan peralatan. Metrik ini menggabungkan ketersediaan, kinerja, dan kualitas menjadi satu nilai persentase.
Analisis Bottleneck
Analisis bottleneck mengidentifikasi langkah proses yang membatasi throughput seluruh sistem. Bottleneck menentukan output maksimum -- memperbaiki hal lain terlebih dahulu adalah pemborosan.
Throughput
Throughput adalah tingkat di mana sebuah sistem menghasilkan output jadi. Ini mengukur kapasitas produktif aktual dan dibatasi oleh bottleneck proses.